Agensi Digital Marketing di Bali

Jumlah penduduk Indonesia saat ini sebanyak 256 juta jiwa. Sedangkan pengguna internet Indonesia sebanyak 143 juta users. Tentunya ini aset negara Republik Indonesia untuk pemicu tumbuhnya perekonomian bangsa.

Digital Marketing Bali

Namun yang miris terjadi adalah, akibat perdagangan bebas antar negara akibatkan menumpuknya produk-produk dari negara asing yang mengincar pasar Indonesia. Jumlah pengguna internet Indonesia adalah incaran mereka (investor asing).

Pemasaran lewat internet atau biasanya dikenal dengan digital marketing adalah hal yang baru muncul di dunia industri Indonesia. Hal ini juga terjadi di Bali dimana perusahaan-perusahaan yang menggunakan digital marketing terkesan angin-anginan.

Perusahaan di Bali sadar bahwa pemasaran melalui internet atau digital marketing adalah keniscayaan. Tidak terbendung. Namun mereka anggap kehadiran marketing melalui dunia digital internet adalah bagian dari sales marketing offline yang telah ada.

Hal ini sungguh keliru besar. Sales marketing offline mempunyai target dan perlakuan tersendiri. Mempunyai pola sendiri. Maka hal itu juga sama di dunia internet. Seyogyanya target dan perlakuannya harus tersendiri, mempunyai pola sendiri.

* Digital Marketing is all about content!

Marketing online harus mempunyai orang atau tenaga khusus yang harus menciptakan konten, menyebarkannya dan menanggapinya. Bahkan tujuan akhirnya adalah terciptanya sales.

Menciptakan konten itu banyak hal. Konten online terdiri dari data teks, gambar dan video. Seorang digital marketer harus mampu produksi cerita dan narasi yang tersaji dalam sebuah tulisan. Didalamnya dibumbui oleh keberadaan gambar yang menarik, olahan grafis yang komunikatif dan video profil yang secara singkat mampu berikan interaksi dengan users.

Setelah konten tercipta, seorang digital marketer harus mampu menyebarkan nya di seluruh kanal aset digital yang mampu mengundang ketertarikan users. Maksud menyebarkan ini adalah seperti update status di media sosial, menulis artikel di website, blog, dll.

Konsistensinya dalam menyebarkan konten akan berbuah tanggapan, interaksi dari users. Bisa jadi ada pertanyaan, tanggapan ataupun ketertarikan. Inilah tugas selanjutnya seorang digital marketer yakni membersamai para users. Membalas, menjelaskan bahkan juga menggiring agar terjadi penjualan (closing sales).

Sadarlah wahai Anda para pimpinan usaha, sebelum users beli, users pasti baca konten Anda. Sekali lagi, users pasti baca produk Anda sebelum users putuskan untuk beli!

Content is The King!

Kegiatan digital marketing ini tidak bisa asal ditambahkan sebagai tugas seorang sales marketing offline. Jika dipaksakan, mereka akan akan bilang iya didepan Anda sebagai pimpinan, namun bakal kelabakan dilapangan.

Apa yang terjadi? Tidak ada konsistensi. Last update media sosial bisa seminggu yang lalu. Komentar tidak dibalas. Inbox dari users tidak terbalas. Boro-boro buat artikel, bikin gambar, desain grafis ataupun bikin video marketing. Alamaaaaaaak pecah tuh kepala sales marketing Anda! Bisa gila lho dia! Seperti foto pada tulisan ini wkwkwkwk.

Anda sebagai pimpinan, harus memahami bahwa kegiatan digital marketing harus ada 1 orang khusus, dedicated staf. Namun kadang mencari staf digital marketing tidak semudah mencari pacar. Gitu katanya. Maka salah satu solusinya adalah gunakan pihak ketiga, atau orang ketiga. Bukan pelakor ya. Namun agensi digital marketing.

Salam DONGKRAK!

Hendra W Saputro
Founder & CEO BOC Digital (Perusahaan Digital Marketing Bali)
http://bocdigital.id
Phone/WA 0812-6630-3434
go@bocdigital.id